Kenapa Kepantasan Pengajaran di Indonesia masih Ketinggalan

International School In Jakarta

International School In Jakarta – Pengajaran yakni tiang dan pondasi dasar dan utama dalam kehidupan bernegara. Kualitas hal yang demikian tertuang dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang mengucapkan bahwa tujuan nasional ialah untuk melindungi segenap bangsa dan segala tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan awam, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan turut melakukan ketertiban dunia menurut kemerdekaan, penenteraman kekal, dan keadilan sosial.

Untuk menjadikan tujuan dan cita-cita nasional hal yang demikian, pengajaran yakni unsur kunci yang sungguh-sungguh menetapkan. Negara berkewajiban untuk menjadikan kecerdasan bangsa dengan bermacam-macam upaya. Salah satunya ialah dengan menjamin hak-hak warga negara untuk bisa mengakses pengajaran secara sesuai.

Menurut data World Education Ranking yang diterbitkan Organization for Economic Co-operation and Develomnet (OECD) seperti yang dikabarkan The Guardian, diceritakan bahwa Indonesia menempati peringkat ke-57 dari sempurna 65 negara di dunia. Kualitas hal yang demikian mengindikasikan bahwa kwalitas pengajaran kita masih ketinggalan dari negara lain.

Kesenjangan dalam kualitas pengajaran masih menjadi momok dan tantangan serius bagi pemerintah dikala ini. Pemerintah dikala ini masih terkonsentrasi pada angka kelulusan siswa dalam mengemban pengajaran dasar bukan memecahkan bagaimana mengurangi dan menghilangkan kesenjangan kualitas pengajaran di tiap-tiap tempat.

Namun pengajaran suatu negara akan memberi pengaruh kwalitas pemimpin masa depan. Ada teori klasik dalam kepemimpinan yang bernama “Great Man Theories” yang mengucapkan bahwa pemimpin yakni talenta dari seseorang yang dilahirkan.

 

Perkembangan individu yang matang akan melahirkan tokoh-tokoh kepemimpinan yang mempunyai kompetensi tinggi dalam memimpin. Oleh sebab itu, pemerintah dikala ini perlu melihat dan menilai secara akurat berhubungan kwalitas cara pengajaran di Indonesia supaya lebih setara dan merata di tiap-tiap kawasan di Indonesia. Berhubungan hak menerima pengajaran yang sesuai yakni hak tiap-tiap warga negara.

cara pengajaran, pemerintah perlu memaksimalkan kurikulum yang tak cuma berkonsentrasi pada cara pengajaran yang berbasiskan hard skill semata tetapi juga perlu diseimbangkan dengan bagian soft skill. Ini untuk mewujudkan generasi penerus bangsa yang kompeten bukan cuma dalam hal kompetensi ilmu tapi juga kompetensi soft skill yang memadai demi mewujudkan kader pemimpin masa depan bangsa yang modern dan bermartabat. – International School Jakarta