Simak! Kiat Membikin Hunian yang Hemat Daya

 

JAKARTA – Pemerintah Indonesia mencanangkan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 29% di tahun 2020 dengan membikin undang-undang yang lebih tegas bagi industri konstruksi. Pendekatan pragmatis ini mendukung pihak yang berkepentingan untuk merancang bangunan yang bisa meningkatkan mutu hidup penghuninya lewat pengurangan konsumsi tenaga dan polusi udara dalam ruangan (indoor air pollution).

Salah satu usaha yang dilaksanakan merupakan mempercantik fasad bangunan guna menolong keseluruhan struktur bangunan, dan menjadi lebih responsif kepada lingkungan serta hemat tenaga.

“Dalam waktu dekat, kami akan mengadakan konferensi yang membicarakan seputar evolusi rancangan fasad bangunan, high performance glass untuk fasad bangunan, fasad bangunan yang berkelanjutan, kode tenaga serta peringkat untuk fasad bangunan, mitigasi kebakaran lewat rancangan fasad bangunan, fasad bangunan dengan efisiensi tinggi serta tarif tepat sasaran, manajemen cara kerja fasad bangunan serta akan memeriksa beraneka dimensi, penemuan dan kecenderungan non-konvensional dari industri di Indonesia diperbandingkan dengan peningkatan global,“ ungkap Syed Zakir Ahmed, Ketua & Direktur Utama, Zak Exhibitions & Conferences dalam keterangannya, Sabtu (12/8/2017).

Baca Juga: Inilah Cara Pemasangan ACP

Menurutnya, fasad bangunan yaitu komponen dari selubung gedung yang bagian terutamanya dari sebuah gedung. Fasad bangunan hal yang demikian memainkan peran penting untuk melengkapi format struktur dan menetapkan akibat visual kepada lingkungan perkotaan.

Fasad bangunan pada dasarnya melindungi gedung dari gangguan luar, seperti cuaca buruk, hujan, angin, polusi dan panas. Cara ini patut menjadi perhatian penting bagi bangunan di Indonesia, yang dihadapkan pada kelembaban dan temperatur tinggi. Cara lain yang patut dipandang merupakan perlindungan kepada kebakaran. Tempat pemadam kebakaran beserta pengujian dan pengaplikasian yang memadai yaitu kunci daya kerja improvisasi pembangunan fasad bangunan.

Tanpa mengurangi unsur estetis, fasad bangunan yang bendung air dan terisolasi, serta fasad bangunan yang dinamis yang mengamati pencahayaan dan ventilasi menjadi kata kunci secara global.

Baca Juga: Harga Pemasangan ACP

“Konferensi Zak World of Facades akan menjadi rujukan kebijakan bagi solusi cerdas, penerapan tepat sasaran dan efisien dari sumber energi yang tersedia, menemukan solusi bagi dilema berkaitan keselamatan kebakaran dan konstruksi bangunan hijau di Indonesia serta memberi dorongan pada bisnis konstruksi fasad bangunan hijau dengan melibatkan pengambil keputusan yang ideal,” jelasnya.

Untuk dikenal, Zak menyelenggarakan konferensi Zak World of Facades ke-32 di Jakarta pada tanggal 24 Agustus di Kempinski Grand Ballroom. Zak World of Facades akan dihadiri oleh perwakilan dari para arsitek terkemuka, konsultan fasad bangunan, para pengembang, pejabat pemerintah, PMC, kontraktor utama, Sustainability consultants, Fire consultants, kontraktor fasad bangunan, konsultan tarif, Glass processors & Structural consultants, dan sebagainya.

Perusahaan yang terlibat dalam konferensi hal yang demikian antara lain, AirmasAsri, PDW Architects, Meinhardt Façade Technology, Aedas, Denton Corker Marshall Architects, Archimetric, AirkonPratama, Farpoint Prima, PTI Architects, Paul Adam Facades, Hong Kong Land, Turner, SinarmasLand, Arup dan Inhabit Group