Lupa Matikan Kompor Jadi Ide Pelajar Lamongan

kompor

Dianggap mempunyai kultur lupa mematikan kompor dikala keluar rumah. Hal ini kemudian menginspirasi tiga pelajar SMK di Lamongan untuk menghasilkan alat pendeteksi kebocoran gas dan kebakaran.

Ketiganya yaitu siswa-siswi SMK Muhammadiyah 1 Lamongan, yakni Alfina Rossi Pratama, siswi kelas X farmasi, M Solahudin Fahmi dan Kania Karuniawati, keduanya kelas XI. Alat yang mereka ciptakan diberikan nama Sigacor atau Pendeteksi Gas Bocor. – saint monica Jakarta

“Acap kita mendengar ibu-ibu saat sedang di pasar atau dimana saja tiba-tiba teringat sekiranya mereka lupa apakah telah mematikan kompor atau belum,” kata salah satu dari ketiga siswa hal yang demikian, M Solahudin terhadap.

Solahudin menerangkan, alat ini adalah rangkaian antara alat deteksi temperatur dan gas dengan mikrokontroler (arduino). Lalu arduino dikaitkan dengan sumber energi seperti.

Dari sini alat hal yang demikian bisa dikontrol secara headless supaya bisa mendeteksi temperatur yang diharapkan. Dengan metode yang sama, alat ini juga dikontrol supaya bisa terhubung dengan media sosial dan e-mail.

“Untuk mendeteksi gas, ibu-ibu tinggal meletakkan alat kecil ini di dekat kompor. Alat ini mempunyai sensor temperatur dan sensor gas yang di-setting dengan temperatur di atas 40 derajat. Kalau mendeteksi temperatur di atas itu akan secara otomatis mengirimkan sinyal. Alat ini juga bisa mendeteksi gas yang gampang terbakar, seperti gas elpiji,” timpal Alfina.

Istiadat Emak-Emak Lupa Matikan Kompor Jadi Ide Pelajar LamonganFoto: Eko Sudjarwo

Lebih jauh, Alfina menuturkan, ada 4 ragam peringatan yang terhubung dengan alat ini, yakni peringatan lantas via buzzer atau alarm, e-mail, Twitter dan juga aplikasi.

Alfina menyuarakan aplikasinya dikala ini sudah tersedia di Play Store sehingga tinggal diunduh dan dikaitkan. Nama aplikasikanya yaitu Blynk.

“Alat ini telah kami ujicobakan dan kami pasang di Lab dan kantin sekolah kami,” jelasnya.

Solahudin mengaku tidak menemui kendala berarti dikala membikin alat simpel melainkan bermanfaat ini. Cara pembuatannya juga cuma memakan waktu sepekan.

“Untuk membikin alat inipun sungguh-sungguh murah dan gampang, yakni cuma sekitar Rp 150 ribu saja untuk sempurna keseluruhan tarif yang kami keluarkan,” jelasnya.

Kecuali itu, alat ini mempunyai sejumlah kelebihan seperti ukurannya yang kecil, ringan dan gampang digunakan dimana saja. Apalagi alat ini juga tak memerlukan sumber energi yang besar sebab dapat menerapkan powerbank atau charger handphone lazim.

Ditambahkan guru pembimbing regu mereka, M Ali Alfian, kebocoran gas lazimnya tak lantas mengakibatkan ledakan, tapi menunggu gas itu pekat baru kemudian terjadi kebakaran bilamana ada percikan api.

“Jadi sesudah kita memperoleh peringatan dari alat ini, kita dapat mengerjakan langkah pencegahan agar tak hingga terjadi kebakaran,” terang Alfian

 

 

Baca Juga : saint monica Jakarta school