China telah Membuka Kantor Kedutaan

kedutaan

Pemerintah China sudah membuka kantor kedutaan baru di ibu kota Burkina Faso, Ouagadougou pada  sesudah negara hal yang demikian mengalihkan relasi diplomatiknya dari Taipei ke Beijing. Pengesahan kantor perwakilan China di Burkina Faso ditandai dengan penempatan plakat penanda di sebuah hotel kelas atas di mana kedutaan sementara akan beroperasi sembari menunggu berakhirnya pembangunan gedung baru.

“Hari ini ialah hari yang bersejarah sebab hari ini kedutaan Republik Rakyat China di Burkina Faso sah dibuka,” kata Wakil Perdana Menteri China Hu Chunhua, yang memimpin delegasi ke Ouagadougou.

Korea Utara Hu menambahkan, pembukaan kantor kedutaan hal yang demikian sebagai permulaan terjalinnya relasi pertemanan antara kedua negara. “Burkina Faso merasa terhormat untuk menyambut perwakilan dari negara China di zonanya, sesudah sela selama 24 tahun,” kata Perdana Menteri Burkina Faso, Paul Kaba Thieba membalas pernyataan Hu.

Menginformasikannya dari AFP, di kawasan Afrika, kecuali Swaziland, yang sekarang berganti nama menjadi eSwatini, Burkina Faso termasuk negara terakhir yang mempertahankan relasi diplomatiknya dengan Taiwan. Tetapi pada 24 Mei, Burkina Faso mengumumkan pemutusan relasi diplomatiknya dengan Taiwan dan beralih menjalin relasi dengan China.

Mereka berdalih perlu mengambil perbuatan hal yang demikian sebab dilandasi perubahan dunia dan tantangan sosio-ekonomi yang kian berat dihadapi negara hal yang demikian. Langkah peralihan hal yang demikian mengagetkan pemerintahan Taiwan sampai memaksa mundurnya Menteri Luar Negeri Joseph Wu. Kerja sama antara China dengan Burkina Faso sudah diawali dengan agenda pembangunan rumah sakit besar di Bobo-Dioulasso, kota terbesar kedua di negara itu.

Berikutnya, Hu akan bersua dengan Presiden Roch Christian Kabore dan diperkirakan bakal memperkenalkan undangan untuk kunjungan sah ke China pada September akan datang, ketika digelarnya Konferensi China-Afrika. Berpenduduk sampai 18 juta orang, Burkina Faso yang berada di selatan Sahara hal yang demikian masuk ke dalam salah satu negara termiskin di dunia, dengan menempati peringkat 185 dari 188 negara dalam Indeks Pembangunan Manusia PBB pada 2016.