Pelelangan Ikan di Labuan Bajo Yang Ada di Pagar Beton

Daerah Pelelangan Ikan (TPI) Labuan Bajo versi baru sudah berdiri. Para pedagang telah menggantungkan harapannya di bangunan anyar itu, malah semenjak mereka masih berdagang di TPI lama.

Keramaian pagi yaitu yang terakhir di TPI Labuan Bajo lama, Sukarno-Hatta. Hiruk pikuk di lantai becek ini akan lantas usai, sebab segala pedagang ikan di sini akan pindah ke TPI Labuan Bajo yang baru, sekitar 1 km dari TPI lama.

“Senin kami pindah ke TPI baru,” kata pedagang bernama Kamariah. Ia mengguyur kakap dagangannya agar konsisten segar.

Bangunan di TPI lama ini memang telah tidak elok. Dindingnya kusam berlumut dan lantainya retak. Bau khas ikan dapat menyeruak hingga ke pinggir jalan. Meskipun seperti itu, masyarakat setempat telah kadung familier dengan pasar tradisional ini. Bagi Kamariah dan pedagang-pedagang di kanan dan kirinya, pindah ke lokasi baru esok hari tidak cuma perkara memboyong dagangan, tapi juga usaha untuk memindahkan kemujuran ke daerah baru.

Ia dan kawan-kawannya menggelar lapak sambil duduk atas dingklik. Di depannya ada baskom-baskom berisi ikan. Masuk jalan pembeli yaitu ruang sempit yang mentok ke saluran drainase kecil tengah pasar. Apabila pembeli berpapasan, karenanya salah satunya semestinya memiringkan badan atau terdesak. Di belakang lapak, ada pagar beton yang menghadap dermaga daerah kapal-kapal pengantar ikan sandar. Jarak dermaga ke pasar tidak hingga 50 meter, sehingga profesi memindahkan ikan ke lapak-lapak pedagang dapat kencang dijalankan.

Sepekan kemudian, Sabtu (2/3/2019) pagi, puluhan pedagang telah menempati los TPI Labuan Bajo yang baru. Meskipun tak pas di pinggir jalan utama seperti TPI lama, tapi jalan masuk ke TPI baru tak susah. saja dari liburan masakan Kampung Ujung ke jalan beton selebar 4 meter yang baru dibangun, lurus sekitar 400 meter sampai mentok pojok. menuju TPI baru tak bercampur dengan arus lalu lintas lain, sehingga kemacetan tak terjadi.

 

 

http://www.mitrasumberkarunia.com