Indonesia Bisa Curi Perhatian di Inggris Dengan Pendidikannya

Indonesia betul-benar menarik perhatian sebagai market focus country” menggunakan program-program budayanya yg menampilkan keberagaman serta kekayaan 17 ribu pulau tidak hanya melalui buku, tetapi juga makanan, fashion, serta yg lainnya,” ujar jack thomas, direktur “london book fair 2019”.

Pernyataan jacks thomas ini mengemuka pada hari terakhir program london book fair 2019 yg berlangsung pada olympia london, 12-14 maret 2019, sekaligus memberi penekanan kehadiran indonesia menjadi market focus tidak hanya menampilkan sektor penerbitan tetapi pula sektor industri kreatif lainnya. Penunjukan indonesia menjadi market focus country pada london book fair 2019 artinya acara jangka panjang badan ekonomi kreatif (bekraf) yang dimulai dari 2018 hingga 2020.

Mengejar kontrak dalam masa 3 tahun ini, panitia pelaksana aktivitas aktif mempromosikan konten penerbitan serta sub sektor industri kreatif tidak hanya dalam program pertemuan b2b (business to business) tetapi terus melakukan kelanjutan serta perundingan atas peluang-peluang kolaborasi yang telah berhasil dilakukan ketika indonesia tampil di ajang london book fair.

“intinya, sebuah negara yg ikut serta dalam sebuah pameran kitab internasional yg umumnya hanya berlangsung tiga hingga lima hari, merupakan memanfaatkan momen itu buat memperkenalkan konten-konten yang dimiliki,” ujar laura bangun prinsloo, koordinator harian panitia pelaksana kegiatan.

Beliau menambahkan kerja selanjutnya justru terjadi seusai pameran kitab di mana panitia harus mempu menerima kontrak atas negosiasi yang telah didapatkan ketika pameran tersebut. Keberhasilan negosiasi pada tiga hari penyelenggaraan london book fair 2019, indonesia mencatat keberhasilan 408 judul kitab yg berhasil memasuki tahap perundingan .

Dari total 408 judul ini, pihak penerbit umumnya memerlukan ketika buat membaca tuntas karya yang diminati dan memastikan kelayakan pasar sebelum merogoh keputusan buat menerbitkan. Melihat pengalaman mengikuti london book fair selama tiga tahun terakhir, yaitu pada 2016-2018, ada homogen-rata pencapaian 23 % dari proses negosiasi ini.

Hasil ini melengkapi jumlah 23 judul yang sudah terjual pada tiga hari pameran serta juga konvensi pendistribusian secara dunia film november 12th (battle of surabaya) sang amazon inggris dan netflix menggunakan nilai proyeksi mencapai 1,6 juta dolar amerika perkumpulan. Sebagai perbandingan di lbf 2018 terjual 14 judul hak cipta selama pameran serta 135 judul pada proses negosiasi.

Tiga faktor keunggulan keberhasilan bekraf pada pameran ini tidak hanya teraih asal sisi penjualan namun juga kerjasama distribusi buku dengan lima distributor internasional dari inggris, eropa, serta amerika perkumpulan untuk mendistribusikan buku-kitab indonesia yang sudah berbahasa inggris ke amerika, inggris, uni eropa, australia, dan india.

 

 

Baca Juga : https://www.ichthusschool.com/sekolah-kristen-internasional