Mahasiswa Tidak Cukup Cuma Bergantung pada Akademis

Saint Monica Kelapa Gading Sunter – Dengan sistem inilah si kecil-si kecil muda, terpenting mahasiswa, dapat belajar dan membangun kepekaannya untuk mengolah beraneka isu yang ada di sekitar. Trik membikin critical writing itulah salah satu soft skills yang diberi terhadap para mahasiswa peraih beasiswa Djarum Beasiswa Plus angkatan 2018/2019 pada Leadership Development Batch VII yang diadakan di Hotel Eastparc, Yogyakarta lalu. Pelatihan ini dicontoh 465 mahasiswa dari beraneka perguruan tinggi di Indonesia.

“Di zaman yang menawarkan banyak kemudahan isu, critical writing dapat menjadi salah satu saringan untuk mengokohkan sistem seseorang merespon atau memperhatikan suatu kabar masalah, terpenting seseorang yang bersiap untuk jadi pemimpin. Mereka dapat belajar menyimak isu atau kabar masalah, menganalisis, lalu mengkonfirmasi untuk nantinya membikin pandangan baru atau argumentasi ideal cocok kabar hal yang demikian,” Roro Ajeng Sekar Arum, penulis yang juga tamatan Beswan Djarum.

Roro mengatakan, masa depan Indonesia sungguh-sungguh bergantung pada kesanggupan generasi muda dalam menghadapi ketatnya kompetisi dan perkembangan zaman. Oleh sebab itu, diperlukan upaya komprehensif untuk menyokong kesanggupan si kecil muda yang tak cuma bergantung pada kesanggupan akademis, tetapi juga punya visi, kesanggupan emosi dan intelegensia yang mumpuni untuk melaksanakan perubahan positif di masyarakat.

Kecuali critical writing, dalam 3 hari pelatihan soft skills itu para mahasiswa dan mahasiswa juga dibekali dengan materi penyusunan kompetensi sebagai pemimpin, ialah effective oral communications oleh jurnalis senior Bayu Sutiyono, materi what leader do oleh motivator James Gwee, serta materi vision oleh Felicia Hanitio dari Djarum Foundation. Jadi, sesudah dibekali kesanggupan menulis, para mahasiswa itu juga dipertajam lagi untuk cakap mengkomunikasikan gagasannya secara lisan melalui materi effective oral communication. Materi inilah yang akan membikin mahasiswa mesti dapat mengkomunikasikan pandangan baru dan gagasan mereka di tengah masyarakat secara lisan.

“Padahal visi itu ialah deskripsi perihal perubahan masa depan yang menuju pada masa depan lebih bagus. Materi visi ialah dasar untuk menyusun pola pikir mahasiswa peraih beasiswa kepada hal-hal positif yang mau mereka lakukan. Visi yang kuat tak akan membikin mereka kehilangan arah, sebab mereka punya tujuan pasti,” sebut Felicia Hanitio. Adapun Leadership Development adalah pelatihan soft skills kedua yang diberi terhadap para Beswan Djarum.

Sebelumnya, mereka menerima pelatihan penyusunan karakter (character building). Direktur Program Bakti Pengajaran Djarum Foundation, Primadi H Serad, mengatakan searah dengan pembekalan soft skills itu Bakti Pengajaran Djarum Foundation juga telah mulai membuka kans bagi mahasiswa untuk bergabung sebagai Beswan Djarum angkatan.

Registrasi dapat dijalankan secara online di Djarum Beasiswa Plus. “Tiap tahun kami lihat animo pendaftar senantiasa tinggi. Kami mendapatkan belasan ribu pendaftar dari semua Indonesia. Ini tantangan bagi kami untuk menyebarkan pemerataan kans serta kesanggupan soft skills bagi si kecil-si kecil muda,” ujar Primadi.

 

 

Baca Juga Artikel Lainnya : St Monica Kelapa gading