Lombok Yang Menjadi Destinasi Wisata Ramadhan

Invest In Lombok – Telah hampir waktunya untuk mengawali Ramadhon, bulan puasa, di semua Indonesia, jadi kini ialah waktu yang pas untuk menghilangkan sebagian mitos yang ditayangkan pada tahun ini.

Pemandu tamasya dan supir taksi bandel di Bali akan memberi tahu pengunjung untuk tak pergi ke Lombok selama bulan Ramadhon sebab segala resto tutup, tak ada makanan dan tak ada taksi yang beroperasi, dsb.

Apakah ini benar-benar ketidaktahuan perihal sifat Ramadhon, atau tawaran untuk menjaga para pelancong di halaman belakang mereka sendiri masih dapat diperdebatkan, namun faktanya konsisten sama di Lombok, itu bisnis seperti awam sepanjang tahun. Ialah konyol untuk mengatakan bahwa, di sentra-sentra tamasya seperti Senggigi, Kuta / Mandalika, dan Gili, akomodasi dan resto akan tutup selama sebulan penuh dan semua pulau cuma akan stop. omong kosong – kita segala akan bosan!

Hotel terbuka untuk bisnis seperti awam, resto memberi tahu makanan sepanjang hari, bar buka dengan musik live dan alkohol, dan taksi beroperasi dengan kecepatan yang tak menentu seperti lazimnya. Banyak penduduk lokal yang berpuasa, namun penduduk lokal non-Muslim dan turis dilayani dengan keramahan khas Lombok. Anda pun bisa mempunyai Bintang dingin dengan bacon dan telor, jikalau itu yang Anda inginkan di lombok property.

Ramadhon diawali dengan penampakan pertama bulan baru di bulan kesembilan dari kalender Islam, yang terjadi sekitar, terakhir selama satu bulan lunar (hingga bulan baru selanjutnya).

Sebab Islam ialah agama mayoritas di Indonesia, banyak negara di kepulauan ini akan berpantang makanan, minuman, mengisap rokok, dan kekerabatan seks antara sang surya terbit dan terbenam tiap-tiap hari selama bulan selanjutnya.

Muslim menganggap Ramadhon sebagai bulan untuk menjalankan kontrol diri atas kemauan dasar, dan untuk puasa, meditasi dan refleksi. Orang-orang Muslim percaya bahwa, dengan mencontoh puasa, mereka membersihkan tubuh dan jiwa mereka dan dengan demikian menjadi lebih dekat dengan ALLAH (Kuasa). Mirip dengan puasa dan retret yang dipraktikkan oleh segala agama besar dunia, perbuatan puasa diperhatikan sebagai perjuangan suci untuk membawa orang itu lebih dekat terhadap keilahian.

Muslim yang berpuasa akan bangun pagi-pagi, untuk menyiapkan dan makan makanan pertama mereka untuk hari itu dan untuk shalat subuh. sesudah sang surya terbit, tak ada makanan, minuman, atau mengisap rokok diizinkan untuk sisa hari hingga sang surya terbenam. Selama bulan Ramadhon Anda akan kerap kali memandang orang-orang lokal berjalan sebelum sang surya terbenam, untuk mengalihkan pikiran mereka dari rasa lapar dan menghabiskan waktu hingga mereka dapat Buka Puasa (Puasa Puasa) ialah kans yang menyenangkan, dengan keluarga berkumpul bersama untuk berdoa dan berbagi makan malam sesudah seharian pantang.

Lombok mempunyai kelompok sosial campuran Muslim, Hindu, Kristen, Budha, dan agama-agama lain, sehingga Muslim lokal mendapatkan bahwa tak segala orang berpuasa. Untuk dipekerjakan di industri jasa dan pariwisata, wajar bagi para tetamu untuk makan, minum dan merasakan tamasya mereka. Staf bersuka cita menjalankan profesi mereka seperti awam. Beberapa besar Muslim tampaknya sepakat bahwa ini baru pekan pertama atau lebih sesudah itu puasa menjadi normal dan tubuh mereka menyesuaikan diri dengan rutinitas baru.

Jikalau Anda bepergian di sebagian tempat luar dan mengecup desa-desa yang tak layak untuk pariwisata, mungkin lebih susah untuk menemukan Warungs buka di siang hari. Sebaiknya beli makanan ringan dan makanan untuk Anda bawa, atau makan di hotel nanti. Sebagai seorang wisatawan yang sadar, Anda bisa memperlihatkan rasa hormat dengan tak makan dan minum di depan orang yang berpuasa, namun biasanya orang akan memberikan kelonggaran sebab Anda ialah tetamu dan bukan puasa.

Beberapa besar bisnis Lombok menghargai kepercayaan yang berbeda dari kelompok sosial mereka dan membikin pengontrolan yang fleksibel untuk menunjang praktik mereka. Staf mungkin sedikit lelah, sebab mereka bangun pagi-pagi dan kehilangan daya di siang hari. Ini benar-benar susah saat cuaca panas dan orang akan menyenangi minum, namun ini ialah komponen dari puasa. Pada kesudahannya, ada perasaan bersuka cita sebab dapat menyelesaikan godaan dan memecahkan puasa. Harap bersabar jikalau beberapa besar staf tampaknya menghilang ketika sang surya terbenam, Mereka baru saja berbuka puasa dan akan lantas kembali berprofesi,

 

 

Sumber : innithotels.com