Cara Penulisan Yang Wajib Diterapkan Pada Label Kemasan Makanan

Label pada kemasan makanan rupanya bukan hanya sekadar harus tercantum saja, tetapi cara penulisan keterangan pada label kemasan rupanya harus sesuai dengan tata tertib yang dikeluarkan BPOM. Berikut kami akan membahas apa saja yang wajib diterapkan pada penulisan label kemasan makanan berdasarkan tata tertib yang dikeluarkan BPOM.

1. Nama Produk

Nama produk harus sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI), seandainya produk tersebut telah ada SNI nya. Nama produk juga harus dapat memberikan informasi seputar produk tersebut. Pencantuman nama produk juga harus sesuai kategori BPOM, sesuai dengan produk yang dikemasnya, dan tidak boleh menyesatkan (misalkan sari buah tetapi tidak menggunakan bahan baku buah).

2. Nama Dagang

Nama dagang bisa berupa gambar atau tulisan Nama dagang tidak boleh menggunakan merek yang telah digunakan pihak lain. Jadi harus dilakukan pengecekan ke Departemen Kehakiman.

Nama dagang yang diajukan pada Departemen Kehakiman, selainbelum digunakan orang lain, juga tidak boleh menggunakan nama/kata generik, seperti : natural, gunung, bintang, suci, dan lainnya. Kemudian nama dagang juga tidak boleh menggunakan kata-kata yang bombastik, seperti : hitech, prestise, dan lainnya

Jika belum ada yang menggunakan, harus langsung meregistrasikan hak paten nya pada Departemen Kehakiman. Registrasi dapat atas nama perorangan atau perusahaan. Jika atas nama perseorangan, persyaratannya cukup menyiapkan merek yang telah dicetak (print), dengan kertas A4, ukuran panjang dan lebar logo (merek) maksimum 9cm, cetak sesuai merek yang diharapkan (wujud huruf/warna/dan lainnya).

Baca Juga: Label Barcode

3. Komposisi

Komposisi merupakan daftar seluruh bahan baku, bahan tambahan atau Bahan Tambahan Pangan (BTP) yang digunakan, tidak boleh ada yang disembunyikan atau terlewat. Komposisi harusnya dituliskan secara detail, tidak boleh per kelompok (contoh kategori: bumbu, seharusnya dituliskan semua jenis bumbu yang digunakan).

Komposisi harusnya dituliskan secara berurutan, diawali dari yang paling banyak digunakan ke yang paling sedikit. Produk yang akan dijual di Indonesia harus menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, sehingga konsumen mengerti isinya. Penggunaan bahasa lain boleh digunakan, sebagi bahasa pendamping

4. Berat Bersih atau Isi Bersih

Berat bersih atau isi bersih, merupakan jumlah berat/volume produk yang dikemas, diluar kemasannya. Selain harus ada, cara penerapannya dan penulisannya harus diperhatikan. Untuk bahan yang sifatnya padat, pakai ‘Berat Bersih’, dengan satuan Kilogram atau Gram
(disingkat Kg/g, tidak boleh gr). Meskipun untuk bahan yang sifatnya cair pakai ‘Isi Bersih’, dengan satuan Liter atau Mili Liter (disingkat L/ml). Jika bahan tersebut berbentuk pasta/cairan kental, maka satuannya boleh memilih salah satunya.

Cek Juga: Label Produk

5. Nomor Registrasi

Sebelum memulai memasarkan produk pangan yang kita produksi, diharuskan untuk meregistrasikan produk tersebut ke Dinas kesehatan kota/kabupaten atau BPOM. Untuk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), dapat datang ke Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota setempat, meregistrasikan produknya, kemudian mencontoh penyuluhan sehari, hingga mendapatkan P-IRT. Meskipun untuk Industri Besar, harus datang ke BPOM, untuk menerima MD. Untuk produk dari luar, nomor registrasinya ML.

6. Nama dan Domisili Produsen

Nama dan domisili produsen yang harus ada, yaitu nama perusahaan, nama kota dan kode pos. Jika untuk ekspor harus ditambahkan nama Negara. Sebagai contoh :

Diproduksi Oleh : PT. Makmur Sejahtera, Bogor, 16169

Jika antara nama produsen produk tersebut, dengan nama perusahaan pengemas berbeda, maka dituliskan :

Diproduksi Oleh : PT. Makmur Sejahtera, Bogor, 16169

Dikemas Oleh : PT. Kemas Menawan, Depok, 17300

Jika seandainya bersifat maklon, atau kerjasama produksi, dimana produk tersebut sepenuhnya diproduksi oleh satu perusahaan, namun yang memiliki merek dan distribusi dilakukan perusahaan lain, maka dituliskan :

Diproduksi Oleh : PT. Makmur Sejahtera, Bogor, 16169

Untuk PT. Memberi Jaya, Jakarta, 11200

Kunjungi Juga: Percetakan Label

7 .Tanggal Kadaluarsa

Tanggal kadaluarsa merupakan tanggal (waktu) dimana hingga tanggal (waktu) tersebut produk masih memberikan daya guna seperti yang dijanjikan (dengan prasyarat sesuai dengankondisi penyimpanan yang disarankan). Cara penulisan tanggal kadaluarsa pada label kemasan adalah “baik digunakan sebelum : ………….”. Jika penyimpanan tanggal kadaluarsa ditempat lain, harus dituliskan misalnya : “baik digunakan sebelum : lihat di bagian tutup”.

Penulisan tanggal kadaluarsa harus menuliskan tanggal, bulan dan tahun, seandainya usia produk kurang dari sebulan. Jiak seandainya lebih dari tiga bulan, maka hanya harus mencantumkan bulan dan tahun (namun akan lebih baik jika tetap mencantumkan tanggal).

Tanggal kadaluarsa harusnya udah terbaca dan tidak mudah terhapus. Harus diletakkan ditempat yang mudah terlihat oleh konsumen. Petunjuk penyimpanan sebaiknya dekat dengan tanggal kadaluarsa

8. Kode Produksi

Kode produksi merupakan kode yang bisa memberikan penjelasan seputar riwayat proses produksi pangan olahan yang diproduksi pada kondisi dan waktu yang sama. Kode produksi ini untuk mempermudah penyelidikan, seandainya ditemukan produk yang bermasalah atau lainnya. Kode produksi bisa disertai dengan atau berupa tanggal produksi (tanggal, bulan, tahun).

Model : 0214010113 (shift 2, batch 14, tanggal 01, bulan 01, tahun 2013)

 

Peraturan ini bersifat tidak tetap, dapat saja berubah seandainya ada undang-undang yang terbaru. BPOM akan memberikan edaran atau informasi, seandainya ada perubahan pada tata tertibnya.

Simak Juga: Cetak Stiker Label