Atlet Difabel Pertiwi Yang Punya Prestasi di Tingkat Dunia. Keren

Kaki Palsu – Masih segar di daya ingat kita rakyat Indonesia bagaimana kesuksesan dari penyelenggaraan Asian Games 2018 kemarin. Kontingen Indonesia sukses menonjolkan kesanggupan terbaik mereka dengan bertengger di posisi keempat perolehan akhir medali dengan 31 emas, 24 perak, dan 43 perunggu yang mana menjadi raihan terbaik Indonesia selama keikutsertaan mereka di Asian Games.

Dari euforia Asian Games 2018, kita sekarang mesti alihkan dukungan kita ke hajatan kedua yang hakekatnya tidak keok pentingnya tetapi banyak masyarakat masih umum akan ini, yakni Asian Para Games 2018. Apa itu? Asian Para Games 2018 ialah laga olahraga tingkat Asia untuk para atlet penyandang disabilitas. Di antara mereka, malah ada sebagian yang telah mengharumkan nama Indonesia di arena Internasional dan menandakan bahwa keterbatasan bukanlah penghambat buat mereka untuk mencetak prestasi. – Tangan Palsu

Muhammad Bejita

Muhammad Bejita ialah atlet difabel yang berasal dari Sumatera Selatan. Pria kelahiran tahun 2000 ini terbukti memang memiliki hobi renang sedari kecil. Kecuali itu, sang ayah ialah eks atlet renang. Tidak heran apabila dia dapat meraih prestasi di kejuaraan.

amanya mulai familiar dikala dia mencontoh ASEAN Para Games 2017, Malaysia. Ia sukses menyampaikan 2 emas untuk Indonesia. Medali emas pertama diperoleh dari klasifikasi renang 100 meter gaya punggung dengan waktu 1 menit 3,6 detik.

Guntur

Guntur lahir di Balikpapan, 12 Oktober 1983. Pada mulanya, ia terlahir dengan situasi jasmani yang tak berbeda dengan manusia lainnya. Tetapi, pria yang tadinya bekerja sebagai nelayan ini mengalami hal buruk ketika mesti kehilangan tangan kirinya pengaruh kecelakaan kapal motor. Tetapi padahal demikian itu, ia tak larut dalam keterpurukannya. dia menikmati kecepatan renangnya membaik ketika memakai satu tangan. Mengamati kesempatan ini dalam hidupnya, dia berniat menjadi atlet renang.

Yati

Suparni Yati yang ialah si kecil dari seorang penjual tempe asal Riau ini ialah salah satu atlet tolak peluru asal Indonesia yang berlaga di gelanggang ASEAN Para Games 2017 Malaysia. Diberitakan dari bermacam-macam media, atlet yang berlomba di cabang tolak peluru kelas F20 ialah atlet yang memiliki IQ di bawah 75.

Melainkan, segala keternatasan yang dimilikinya itu tak membuatnya jatuh dan berkecil hati. Bayangkan saja, dia sukses menuntaskan rekor dengan torehan lemparan 11,03 meter yang mana menumbangkan torehan terbaik sebelumnya merupakan 10,71 meter yang diraih oleh atlet asal Malaysia di Paralimpiade London 2012. Walhasil? Wow. Suparni sukses menyabet medali emas sekalian menuntaskan rekor!

Laura Aurelia Dinda

Perempuan asal Pekanbaru, Riau ini ialah peraih medali emas pertama untuk Indonesia dalam perhelatan ASEAN Para Games 2017 di Malaysia. Ia mendapatkan medali emas dari gelanggang renang di nomor 100 meter gaya bebas S6 dengan mencatatkan waktu 1 menit 30,27 detik. Semenjak permulaan, sebelum menjadi atlet difabel, Laura ialah atlet renang. melainkan, nasib buruk menimpanya. Ia terpeleset di kamar mandi, dan tulangnya patah.

Meski mimpi menjadi atlet renang hampir hilang, Laura mujur kedua orang tuannya terus mensupportnya untuk menjadi atlet. Masa susah ketika dia baru mengalami patah tulang telah dia lewati. Laura telah kapabel meraih medali emas ASEAN Para Games 2017 dan menandakan ia dapat berprestasi dalam keterbatasan. – Harga tangan palsu

Jendi Panggabean

Atlet difabel satu ini mempunyai kisah yang cukup menyayat hati. Pada mulanya, ia terlahir dengan situasi jasmani total. Melainkan, pada usia 12 tahun, jendi mengalami kecelakaan dan mesti merelakan kakinya untuk diamputasi. Hal yang demikian itu berat ini tak menciptakan dia patah motivasi, namun ia terus berlatih renang dengan satu kakinya.

Sebab motivasi itu, dia sukses meraih prestasi di bermacam-macam kejuaraan. Pada tahun 2012, dia mencontoh Minggu Paralimpik Nasional XIV di Riau dan mendapatkan 2 emas, 1 perak, perunggu. Kemudian di tahun 2013, dia berkontribusi di ASEAN Para Games Myanmar dan sukses menerima 2 emas dan 1 perak. Dan di ASEAN Para Games 2017 di Malaysia, ia menerima medali emas di renang nomor 200 meter dengan catatn waktu 2 menit 33,37 detik.