Keamanan Security Nasional dan Masa Depan Statecraft di Luar Negeri

Mengingat banyaknya tantangan signifikan yang dihadapi Amerika dikala ini – termasuk utang tingkat tinggi, konflik politik, kebangkitan China, dan munculnya ekonomi Asia sebagai penunjang pertumbuhan global – apa agenda negara hal yang demikian untuk mempertahankan keunggulan daya besarnya? Dalam tulisan ini, penulis memeriksa daya yang berada di persimpangan ekonomi dan keamanan nasional, dan mengusulkan metode yang lebih bagus untuk mempertahankan daya ekonomi negara dan memanfaatkannya untuk melayani keunggulan Amerika.

Krisis COVID-19 dan kehancuran ekonomi yang diakibatkannya sudah memicu kekhawatiran yang kian besar seputar kondisi tatanan dunia yang dipimpin AS. Selama dekade terakhir, tokoh masyarakat sudah menyatakan keprihatinan seputar kebangkitan China, pengikisan mimpi Amerika, kegagalan yang dinikmati dari kepemimpinan Amerika, dan hilangnya daya relatif Amerika. Kini, menderita krisis internasional yang tragis, wajar sekiranya orang bertanya-tanya bagaimana masa depan. Apakah seseorang sepakat dengan kekhawatiran ini atau tak, tak bisa dibantah bahwa banyak orang Amerika yang tak nyaman dengan masa depan negara mereka.

Artikel Lainnya : Perusahaan Outsourcing Jakarta & Jasa Security

Realitas daya Amerika itu kompleks. Secara awam, Amerika Serikat masih merasakan keunggulan: Negara ini mempertahankan militer paling kuat di dunia dan yakni pemimpin global dalam pengembangan dan temuan teknologi. Dia mempunyai daya struktural yang tidak tertandingi, bagus sebab mata uang cadangannya ataupun peran Amerika dalam menyusun prinsip-prinsip tatanan global dan institusi-institusi internasional. Jaringan sekutu dan mitranya yang berpikiran sama sudah memberinya kecakapan unik untuk memengaruhi urusan internasional. Dan ekonomi yang gigih dan kuat sudah menyangga pertumbuhan daya Amerika, dibantu oleh poin-poin politik dan kultur Amerika yang unik, dan posisinya sebagai simbol demokrasi bagi dunia.

Pada dikala yang sama, terlepas dari banyak keuntungannya, Amerika dikala ini menghadapi hambatan serius, termasuk tingkat hutang yang tinggi, mobilitas ekonomi yang berkurang, konflik politik, dan munculnya daya yang meningkat. Pun sebelum wabah pandemi, janji pengeluaran bentang panjang Amerika – termasuk utang pemerintah dan swasta, serta pensiun dan keharusan hak – berjumlah sekitar 10 kali PDB negara itu. Perkembangan ini, dikombinasikan dengan polarisasi politik yang berkembang, sudah berkontribusi pada ketidaknyamanan rumah tangga, sesuatu yang bisa memperburuk pandemi.

Munculnya ekonomi Asia sebagai penunjang pertumbuhan global dan kebangkitan China juga menantang keunggulan Amerika. Partai Komunis China sudah memproklamasikan rencananya untuk menempuh keunggulan daya besar dalam sebagian dekade akan datang dan sudah bersiap untuk melawan daya ekonomi, militer, struktural, dan kultur Amerika. Perkembangan di China ini memunculkan pertanyaan: Apa agenda Amerika untuk mempertahankan keunggulan daya besarnya?

Sebagian orang di Amerika sudah mengalami krisis kepercayaan yang serupa sebelumnya, dan tiap-tiap kali negara hal yang demikian memanfaatkan daya dan kecakapannya yang unik untuk pulih dan menempuh ketinggian baru. Lalu bagaimana, dengan angin sakal dikala ini, dapatkah Amerika Serikat mengulangi siklus pembaruan itu? Tenaga unik dan profit asimetris apa yang bisa dimanfaatkan oleh para pemimpin dikala ini untuk menempuh tujuan itu? Pertanyaan itulah yang menjadi konsentrasi utama tulisan ini. Untuk menjawabnya, kami memeriksa daya yang berada di persimpangan ekonomi dan keamanan nasional dan dengan mengerjakan itu menentang bahwa daya ekonomi Amerika menjamin keamanan nasionalnya. Kami percaya lebih banyak yang bisa dikerjakan untuk mempertahankan daya ekonomi negara dan memanfaatkannya untuk melayani keunggulan Amerika. – https://www.bestin.co.id/p/security-services.html

 

Kunjungi Juga : https://www.bestin.co.id/